Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Desember 2012

Ingin Kencan dengan Pria yang Sudah Bercerai? Ini Dia Tipsnya

imgMenjalin hubungan asmara dengan pria yang sudah bercerai, bahkan sudah memiliki anak, bisa menjadi masalah yang rumit bila Anda melakukan kesalahan. Jadi sebelum Anda memutuskan untuk berpacaran dengan seorang duda beranak, sebaiknya ketahui terlebih dahulu beberapa tipsnya di bawah ini, seperti dikutip dari situs Your Tango.

1. Keinginan Memiliki Anak
Jika Anda sudah sangat serius dengan pria yang sudah bercerai ini, dan berniat untuk menikah dan memiliki anak, tanyakan terlebih dahulu kepada kekasih Anda itu apakah ia punya niat yang sama dengan Anda atau tidak. Siapa tahu, dia hanya ingin menikah dengan Anda tanpa harus memiliki anak lagi karena dirinya sudah memiliki buah hati dari mantan istrinya. Perlu diingat bahwa Anda tidak bisa memaksakan kehendaknya.

2. Mantan istrinya
Apabila pacar Anda belum menyelesaikan masalahnya dengan mantan istrinya itu, maka sebaiknya Anda tidak ikut Andil dalam hal tersebut. Jika ikut campur, maka hal tersebut hanya akan mengancam keharmonisan hubungan Anda dengan pacar duda Anda.

3. Jangan Buru-buru
Meskipun Anda sudah siap untuk melanjutkan hubungan dengan pacar duda Anda ke jenjang yang lebih serius, tapi belum tentu si dia juga demikian. Sebab, kehidupan perceraian biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan segala hal. Jadi, jangan sampai Anda malah jadi sakit hati hanya karena buru-buru memutuskan untuk menikah dengannya.

4. Finansial
Duda beranak biasanya masih harus membiayai sekolah dan kebutuhan anak-anaknya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda harus memastikan kalau pacar duda Anda tidak terlilit masalah finansial. Sebab hal tersebut hanya akan membuat Anda kerepotan dengan segala tanggung jawab yang harus ia penuhi, kecuali jika Anda bisa menerima hal tersebut dan justru ingin membantu meringankannya.

5. Perhatikan Waktunya
Apabila kekasih Anda selalu disibukkan dengan urusan mantan istri atau anak-anaknya, maka itu menandakan bahwa dirinya belum terlalu serius dengan Anda. Sebaiknya Anda pastikan terlebih dahulu, apakah si dia punya cukup banyak waktu untuk bersama Anda atau tidak.

Kamis, 06 Desember 2012

10 Tips Menjadi Ibu Tiri yang Baik & Disukai Anak

img Imej ibu tiri selama ini kejam dan tidak peduli pada anak-anak dari suami mereka. Tentunya tak semua wanita jadi ibu tiri yang jahat saat memilih menikah dengan duda beranak.

Ada hal-hal yang bisa dilakukan agar anak dekat dengan Anda dan tak menganggap Anda sebagai ibu tiri yang jahat. Berikut ini bagian pertama dari 10 cara yang dapat dicoba untuk menjadi ibu tiri yang baik. Tips ini dipaparkan seorang wanita bernama Bing yang merupakan ibu tiri dari dua anak dalam blognya storyofbing:

1. Anak Tidak Punya Pilihan
Ini adalah hal pertama yang Anda harus pahami ketika menjadi seorang ibu tiri bahwa anak-anak tidak punya pilihan ketika orangtua mereka bercerai. Ingatlah bukan anak-anak yang memilih Anda menjadi ibu tiri mereka. Anda yang memilih mereka dan ayahnya.

Tentu akan kurang realistis dan tidak sensitif jika Anda berharap anak-anak bisa langsung menerima Anda ke dalam keluarga. Kecuali Anda menikahi pria berumur 60 tahun dan seluruh anak-anaknya sudah dewasa dan menikah, kondisinya akan berbeda. Tapi kalau Anda menikahi pria yang buah hatinya masih anak-anak atau bahkan remaja, jangan berharap mereka akan dengan antusias memberikan pelukan dan ucapan selamat datang dengan hangat.

2. Cintai Anak-anak
Nasihat kedua ini terkesan mudah untuk dilakukan. Tapi menurut Bing, 99% ibu tiri kenyataannya punya masalah dengan anak tiri dan sulit mencintai mereka. Perlu usaha dan terus belajar untuk mencintai anak-anak tiri Anda. Anda harus mencintai mereka di kala senang, mereka nakal, atau bahkan mencintai mereka di saat Anda merasa sudah tidak sanggup lagi melakukannya. Anda pun tetap harus mencintai anak-anak suami, meskipun mereka tidak memberikan cinta yang sama. Satu-satunya cara untuk membangun hubungan yang berarti dengan anak adalah dengan membuat mereka paham kalau Anda memang benar-benar tulus mencintai mereka.

3. Jangan Berharap Anak-anak akan Memanggil Anda 'Ibu' atau 'Mama'
Wanita berhak mendapatkan panggilan 'ibu' ketika dia melahirkan anak atau membesarkan anak setidaknya dalam kurun waktu 80% hidup mereka. Sebenarnya yang penting adalah bukan bagaimana mereka memanggil Anda, tapi bagaimana Anda membangun hubungan dengan mereka. Fokuslah pada hal itu, meski sulit.

4. Jadilah Orangtua, Bukan Teman
Ibu tiri biasanya akan berusaha keras untuk menyenangkan anak-anak tiri mereka. Lakukan hal itu di awal mendekatkan diri dengan mereka, karena tentunya Anda tak mau anak marah sebelum akhirnya Anda membangun hubungan apapun. Namun ketika Anda sudah melihat anak memahami kalau Anda memang mencintai mereka, lakukan langkah selanjutnya dan jadilah orangtua. Anak-anak tidak butuh ibu tiri mereka menjadi seorang teman.

Yang mereka butuhkan adalah orangtua, yang mengajarkan mereka apa yang benar dan mengoreksi jika mereka salah. Tugas Anda adalah memberikan kasih sayang, petunjuk dan mencintai mereka. Jangan ajari anak hal-hal buruk hanya karena ingin membuat kesan Anda adalah orang yang keren.

5. Selalu, Selalu, Selalu Ada untuk Anak
Anak tiri sudah melalui perceraian dan bisa jadi hal itu sangat buruk dan berat. Terkadang anak bisa berada dalam situasi di mana tidak ada siapapun ada untuk mereka. Sebagai seorang ibu tiri, hadiah terbaik yang bisa Anda berikan pada anak tiri adalah dengan selalu memprioritaskan dan hadir untuk mereka. Terutama ketika ayah atau ibu mereka tidak bisa ada di sana.
6. Jangan Banjiri Anak Tiri dengan Hadiah dan Belajar Katakan Tidak
Tips keenam ini bisa jadi hal tersulit untuk dilakukan karena Anda ingin anak bahagia dan mereka menyukai Anda serta mau baik pada Anda. Tapi yang harus diingat, orangtua kandung pun juga tak selalu membanjiri anak-anak mereka terus-menerus dengan hadiah. Hal itu karena para orangtua tahu hadiah bisa membuat anak menjadi manja. Kalau memang Anda mencintai anak-anak tiri seperti anak sendiri, besarkanlah mereka dengan memahami berharganya uang dan bukan menerapkan sistem 'hadiah'.

7. Bangun Hubungan Anak dengan Ayah & Ibunya
Coba fokus pada bagian membangun hubungan dengan ibu anak. Tentu saja ini akan jadi hal yang berat untuk seorang ibu tiri. Anda harus melepaskan ego dan perasaan, kemudian mengajarkan anak untuk mencintai dan menghargai kedua orangtua mereka. Jangan pernah sabotase hubungan anak dengan salah satu orangtua mereka. Ajari anak untuk tidak memihak salah satu pihak ayah atau ibunya. Anak yang tumbuh dengan kebencian atau tak punya hubungan dekat dengan salah satu orangtua akan membuat mereka dipenuhi penyesalan.

8. Jaga dan Lindungi Anak-anak
Jangan melakukan apapun yang bisa membuat anak-anak terluka. Beberapa ibu tiri beranggapan mereka cukup cerdik jika mengatakan pada anak hal yang sebenarnya terjadi tentang perceraian orangtua mereka. Atau para ibu tiri itu merasa mereka bisa dekat dengan anak tiri jika mereka mengatakan pada anak hal-hal yang membuat orang lain buruk dan mereka baik. Yang harus diingat adalah tugas Anda sebagai ibu tiri tidak ada bedanya dengan seorang ibu. Jadi lindungi dan jaga anak dari hal-hal yang membuat mereka terluka.

9. Ajari Hal-hal yang Baik
Anak-anak yang orangtuanya bercerai bisa memiliki memori yang buruk tentang orangtua mereka. Entah itu ketika orangtua mereka sedang bertengkar hebat atau ketika salah satu pihak bersedih. Anak yang orangtuanya bercerai karena perselingkuhan juga bisa menganggap tak apa-apa berpisah demi orang lain. Atau anak juga bisa merasa mereka tak dianggap penting sehingga keinginan orang dewasa yang lebih diutamakan yaitu perpisahan.

Oleh karena itulah, coba ajari anak tentang betapa pentingnya sebuah keluarga. Biarkan mereka memahami pentingnya menjadi orang baik. Tunjukkan pada mereka kenapa dalam hidup ini berpegang teguh pada hal-hal yang baik, perlu dilakukan. Dengan mempelajari itu semua, anak akan tumbuh menjadi orang yang baik, yang tahu apa prioritas dalam hidup mereka. Anak bisa mengambil keputusan yang tepat dan hidup lebih bahagia.

10. Jujur & Sabar
Sebaiknya Anda jangan pernah berbohong pada anak-anak. Meskipun yang harus diungkapkan itu bisa menyakitkan. Bimbing anak untuk lebih kuat, tapi tidak dengan berbohong pada mereka.

Selain jujur, kesabaran ekstra juga Anda perlukan ketika menghadapi anak-anak. Jangan berharap anak-anak bisa berubah jadi baik dalam semalam. Berikan anak waktu. Kalau memang Anda ibu tiri yang baik, percayalah anak-anak tiri Anda pun akan tumbuh jadi anak-anak yang menyenangkan.

Tips agar Merasa Seksi Saat Bercinta dengan Lampu Menyala

imgSebagian wanita lebih suka bercinta dengan lampu dimatikan. Salah satu penyebab paling umum adalah, karena mereka merasa kurang percaya diri dengan bentuk tubuhnya saat tak mengenakan busana.

Padahal, keintiman bercinta bisa lebih terbentuk jika saling menatap dan mengagumi tubuh pasangan. Untuk mendapatkan itu, Anda perlu cahaya yang cukup. Agar lebih percaya diri saat bercinta dengan lampu menyala, ini tipsnya, seperti dikutip dari iDiva. 

1. Bermain dengan Cahaya
Cahaya lampu yang putih atau kuning terang bisa membunuh mood bercinta. Selain lampu sentral di kamar, pasang juga lampu meja atau tidur yang cahayanya lebih redup. Pilih lampu dengan bentuk yang unik, atau bisa juga menggunakan perncahayaan dari lilin. Taruh di tempat yang bisa menciptakan efek bayangan di dinding saat Anda dan pasangan bercinta agar suasana kamar lebih sensual.

2. Latihan untuk Bentuk Tubuh
Jika Anda merasa seksi, pasti juga akan terlihat seksi. Bagaimana mendapatkan tubuh yang seksi? Tak ada yang lebih baik dari latihan fisik dan olahraga. Pilihlah jenis latihan atau olahraga yang Anda sukai dan sesuai dengan kondisi kesehatan, jadwal kerja atau hal-hal pribadi lainnya. Dengan rajin melakukan aktivitas fisik, Anda akan merasakan perbedaannya hanya dalam waktu kurang dari sebulan. Badan lebih bugar, otot terbentuk dan tentunya lebih ramping yang membuat Anda semakin seksi dan menarik. Dengan begitu, Anda tak perlu sembunyi dalam gelap setiap kali bercinta.

3. Buang Majalah-majalah Kecantikan
Majalah kecantikan selalu menampilkan sosok wanita dengan fisik yang nyaris sempurna. Hal ini seringkali membuat wanita menjadi tidak percaya diri karena merasa dirinya kurang cantik. Perlu diingat, jumlah wanita dengan fisik dan wajah seperti di majalah jumlahnya hanya sedikit dari seluruh wanita di dunia. Model-model di majalah bisa saja memiliki ritual khusus atau aneh untuk mempertahankan fisiknya saat ini, perawatan seharga jutaan bahkan operasi plastik. Ingatlah siapapun Anda, Anda adalah wanita paling sempurna di mata pasangan. Percaya pada diri sendiri akan menghilangkan rasa minder yang kerap mendera Anda.

4. Bersih-bersih
Sebelum bercinta, rawatlah kebersihan tubuh Anda, termasuk mencukur atau waxing rambut-rambut yang tak diinginkan. Lakukan waxing minimal sebulan sekali, lulur, dan gunakan body lotion agar kulit halus dan lembut. Jika sudah nyaman dengan diri sendiri, Anda pasti juga akan nyaman memperlihatkan keindahan tubuh yang sudah Anda rawat itu ketika berhubungan seks dengan pasangan.

5. Berinisiatif
Sedikit inisiatif saat bercinta bisa menunjukkan kepada pasangan, betapa Anda menginginkannya. Kejutkan dia dengan sedikit dominasi di tempat tidur. Anda bisa menutup matanya dengan pita atau bandana, mengikat tangannya di tempat tidur atau posisi bercinta woman on top. Untuk melakukan itu semua, tentunya perlu lampu yang menyala, kan? Dengan dominasi, Anda bisa lebih nyaman bercinta tanpa harus bergelap-gelapan.

Kamis, 29 November 2012

Tips Membeli Celana Panjang Sesuai Bentuk Tubuh

img Menggunakan celana panjang dalam kegiatan sehari-hari memang menyenangkan. Bentuknya yang simple akan sangat memudahkan Anda untuk bebas bergerak. Namun tidak semua model celana terlihat cocok saat digunakan, karena adanya ketidaksesuaian antara jenis potongan dengan bentuk tubuh si pemakainya.

Agar hal tersebut tidak terjadi kepada Anda, berikut tips yang diberikan She Knows untuk menemukan jenis potongan celana yang sesuai dengan bentuk tubuh Anda.

1. Pinggul Besar
Jika Anda memiliki pinggul yang besar, pilihlah celana dengan potongan yang agak membesar di bagian bawah pinggul, dan sedikit melebar pada bagian kaki (boot cut). Hindari celana panjang yang memakai motif dengan ukuran besar di bagian atas karena dapat memberi kesan besar di bagian pinggul Anda.

2. Langsing
Bagi Anda yang bertubuh langsing, cukup beruntung. Wanita yang memiliki tubuh langsing dapat menggunakan berbagai model celana. Jenis Slim atau Skinny lebih sering dipilih oleh wanita yang berbadan kurus. Agar lebih bergaya, cobalah menggunakan celana yang memiliki potongan lebar di bagian bawah. Pilihlah yang memiliki detail di area paha untuk membuat kaki tampak lebih ‘berisi’.

3. Bentuk Badan Seperti Buah Pir
Apakah Anda memiliki bentuk tubuh yang kecil, namun besar pada bagian bawahnya? Bentuk tubuh seperti buah pir ini sangat cocok menggunakan potongan high waist. Pilihlah jenis celana berbahan tipis, agar pinggul Anda tidak terlihat lebih tebal.

4. Kecil Mungil
Bagi Anda yang memiliki tubuh kecil mungil, carilah celana high waist dan boot cut yang melebar di lutut. Model celana seperti ini akan membuat kaki Anda tampak lebih jenjang. Hindari mengenakan celana panjang yang berpotongan lebar di bagian bawah, karena model ini dapat memberatkan tubuh bagian bawah.

Rabu, 28 November 2012

Tips Bebas Stres Saat Pindah Rumah

imgMenurut survei, pindah rumah merupakan satu dari lima hal paling membuat stres yang pernah dialami kebanyakan orang. Tingkat stres saat pindah rumah bahkan mendekati stres ketika pasangan bercerai.

Sebanyak 17 persen orang yang pindah rumah mengaku kerap terbangun di tengah malam karena memikirkan biaya dan waktu yang harus mereka habiskan. Padahal, pindah rumah seharusnya tidak menjadi 'momok' menakutkan jika Anda bisa mengorganisirnya dengan baik.

Alison Cork, seorang ahli dalam pindahan rumah seperti dikutip dari Female First mengatakan, "Pindah rumah tidak harus membuat stres. Justru seharusnya jadi momen menyenangkan ketika Anda memasuki babak baru dalam hidup dan menambah teman baru. Ada banyak cara agar tidak stres saat pindah rumah. Mulai dari merencanakan dari jauh-jauh hari sampai meminta bantuan teman, keluarga dan saran dari ahli."

Bagaimana caranya pindah rumah tanpa mengalami stres dan pusing yang berlebihan? Alison pun memberikan beberapa tipsnya.

1. Siapkan dari Jauh-jauh Hari
Sebelum pindah rumah, pastikan Anda sudah melengkapi rumah baru dengan kebutuhan yang paling pokok. Misalnya instalasi listrik sudah terpasang, tidak bermasalah dengan sistem sanitasi, jaringan telepon yang sudah terhubung dan juga rumah yang sudah dibersihkan. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, akan mengurangi tingkat stres dan urusan yang harus diselesaikan. Pastikan juga untuk memberitahu tetangga di rumah baru kapan Anda pindah. Jika beruntung, mereka bisa membantu Anda.

2. Sewa Mobil Box/Truk Besar
Jika Anda menyewa mobil untuk membawa barang-barang ke rumah baru, sebaiknya pilih yang berukuran besar seperti mobil box atau truk. Menggunakan truk kecil atau mobil van lebih repot karena harus berkali-kali bolak-balik jika perabotan rumah Anda terbilang banyak, sehingga memakan lebih banyak waktu dan melelahkan. Sewa mobil besar mungkin akan lebih mahal, tapi lebih baik dalam efisiensi waktu dan tenaga.

3. Siapkan Bekal Makanan
Pindah rumah pastinya akan menguras tenaga sehingga perut terasa lapar. Anda tentunya tidak punya banyak waktu untuk memasak di rumah baru setelah lelah memindahkan perabotan. Untuk itu, siapkan bekal sebelum pindahan. Bisa dengan memasak di pagi harinya atau membeli makanan siap saji. Beli makanan untuk keluarga, tukang jasa pengangkut juga orang-orang yang ikut membantu proses pindahan rumah.

4. Bersiap-siap di Hari 'H'
Siapkan satu kotak khusus yang akan Anda bawa sendiri selama pindahan. Isi kotak tersebut dengan barang-barang berukuran kecil namun penting, seperti obat P3K, termos air, teh celup, toiletries untuk menyegarkan tubuh, tisue dan handuk kecil. Kotak ini perlu untuk tetap segar, sehat dan nyaman saat proses pindah rumah.

Kamis, 22 November 2012

Kesalahan yang Dilakukan Orangtua Saat Mencari Pengasuh untuk Anak

imgMencari pengasuh untuk anak bagi sebagian besar orangtua tidaklah mudah. Sayangnya karena sulitnya mencari pengasuh ini, beberapa orangtua mengabaikan beberapa hal demi cepat mendapatkan orang yang bisa menjaga anak.

Kesalahan yang paling umum dilakukan adalah orangtua malas mengecek dengan detail asal-usul babysitter. Pengecekan asal-usul ini perlu dilakoni jika memang Anda tidak mengambil babysitter atau nanny dari sebuah yayasan.

"Cek dokumennya, KTP, kartu keluarga, nomer telepon. Kalau dia bilang nggak punya saudara di kampung, jangan diterima," saran Chief Operational Officer JasaPembantu.com, Angela Maria Shanti saat diwawancara wolipop di sebuah restoran di Setiabudi Building, Jl. H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (20/11/2012).

Angela mengatakan, paling tidak Anda sebagai pengguna jasa harus mengecek apakah nomer telepon yang diberikan sang babysitter atau nanny benar atau tidak. Dia sendiri pun melakukan cek dokumen dan alamat yang cukup detail sebelum menerima pengasuh anak di tempatnya. Pengecekan itu menurutnya sama seperti ketika orang ingin mendaftar memiliki kartu kredit. Sang babysitter atau nanny harus memberikan alamat dan nomer telepon lain selain tempat tinggalnya.

"Ini pasti ribet, itulah kultur kebanyakan orang. Maunya langsung, disinilah pengguna jasa harus berubah," jelas Angela yang sudah tiga tahun mendirikan Jasa Pembantu di kawasan Bintara, Bekasi Barat.

Pengecekanan identitas dan alamat ini sangat penting dilakukan agar ke depannya ketika terjadi masalah, orangtua bisa melacak langsung dan tidak kehilangan jejak. Seringkali orangtua yang tidak mengecek dengan teliti dokumen identitas, kesulitan untuk mencari si pengasuh saat masalah datang seperti tiba-tiba menghilang atau melarikan uang majikan.

Kesalahan lainnya yang juga sering dilakukan orangtua adalah tidak mau mewawancara calon pengasuh anak secara mendetail. Alasan yang biasa dikemukakan biasanya karena ingin cepat. Padahal tidak semua babysitter atau nanny bisa cocok dengan anak. Melalui wawancara inilah orangtua bisa tahu apakah memang calon pengasuh tersebut sesuai untuk kebutuhan anak atau tidak.

Pendiri dan Pimpinan LPK Tiara Cipta di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sutarmi menambahkan, para orangtua juga terkadang tidak secara terbuka menceritakan kondisi anak dan keluarga yang sebenarnya. "Kadang pengguna jasa datang hanya wawancara suster, melihat muka, terus nunjuk yang ini," kata wanita yang mendirikan Tiara Cipta sejak 1996 itu.

Untuk pengguna jasa baru, Tami begitu ia biasa disapa, menyarankan untuk berkonsultasi dulu dengan pihak yayasan. "Kadang majikan banyak yang menceritakan anak saya begini-begini. Tapi dia tidak pernah menceritakan keluarganya seperti apa," jelasnya.

Cerita detail mengenai kondisi keluarga dan suasana rumah perlu diketahui agar pihak yayasan bisa memilihkan mana babysitter atau nanny yang cocok. Biasanya jika pengguna jasa tidak terbuka, si babysitter atau nanny akan tidak betah karena tidak sesuai dengan kemampuannya.

Tidak melakukan cek kesehatan terlebih dulu juga bisa menjadi kesalahan ketika anak tertular penyakit dari babysitter atau nanny. Menurut Tami, pihaknya selalu terlebih dulu melakukan cek kesehatan. Jika ada penyakit menular tentunya si pengasuh tidak dipekerjakan.

Sementara untuk Angel, dia melakukan cek kesehatan jika memang ada permintaan dari orangtua. "Tes kesehatan dilakukan sesuai permintaan, tentu dengan biaya tambahan. Biasanya foto thorax untuk menghindari TBC, tes darah untuk gula dan tes kesehatan pencernaan," jelasnya.